Kapur adalah sebuah benda putih dan halus terbuat dari batu sedimen, membentuk bebatuan yang terdiri dari mineral kalsium. Kapur biasanya terbentuk di dalam laut dengan kondisi bebatuan yang mengandung lempengan kalsium plates (coccoliths) yang dibentuk oleh mikroorganisme coccolithophores. Biasanya lazim ditemukan pada batu api dan chert yang terdapat dalam kapur. 

Batu gamping

Batu kapur (gamping) dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, mekanik atau secara kimia. Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu-abu muda, abu-abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya.

Air  yang terlalu banyak mengandung kapur, biasanya bersifat basah (Ph lebih dari 8). Menurut standar Keputusan Menteri Kesehatan RI, air minum tidak boleh mempunyai Ph lebih dari 8,5 karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Tanda air yang mengandung kapur adalah jika air tersebut dimasak, maka akan menimbulkan kerak  berwarna putih pada dinding panci, dan rasanya sedikit pahit.

Air yang mengandung zat kapur bisa terdapat pada air pegunungan dan air sumur/sumur bor. Air sumur termasuk air yang banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk keperluan sehari-hari mereka. Namun, banyak dari air sumur itu yang mengandung zat besi dan kapur. Hal itu berdampak bagi kesehatan penggunanya.
Apa Yang Terjadi Jika Air Tercemar Kapur?

Penggunaan air yang berkualitas kurang baik seperti air yang mengandung kapur jika dikonsumsi dalam jangka pendek, dapat mengakibatkan muntaber, diare, kolera, tipus dan disentri. Sedangkan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit keropos tulang, kerusakan gigi, kerusakan ginjal, kandung kemih, hati dan kerontokan rambut. Dan pada tingkat kronis dapat menyebabkan sakit kanker.

Air yang biasa digunakan untuk mencuci dan mandi menyebabkan sabun sukar/tidak berbuih dan dapat berakibat langsung pada kesehatan mata dan kulit, seperti sakit kurap dan lainnya. Penyakit mata juga mudah ditularkan lewat air.
Lalu Apa Yang Sebaiknya Dilakukan?

Solusi untuk menurunkan kandungan zat kapur tinggi dalam air adalah dengan menggunakan Resin Softener yang jumlah atau (berat) resinnya harus disesuaikan dengan tingkat tingginya kandungan kapur itu sendiri. Solusi lainnya adalah dengan menggunakan Water Treatment System.

Softener wtp

softener water treatment system

Water Treatment System adalah produk yang kami tawarkan untuk menanggulangi masalah air di tempat Anda. Keuntungan dari produk ini adalah:
1.     Gabungan antara Teknologi makro filtrasi dan mikro filtrasi sebagai solusi efektif untuk menghadapi permasalahan air seperti : air kotor dan berpasir, air berwarna kuning dan keruh, air berbau, air dengan kandungan logam yang tinggi (besi, mangan, chlor, kapur, nitrat dan lainnya).
2.     Sistem operasional beserta perawatan sangat mudah dan praktis. Juga tersedia system backwash dan flushing untuk memperpanjang masa pakai filter.
3.     High Quality filter material untuk memastikan air yang dihasilkan benar-benar bersih dan layak digunakan  untuk kebutuhan sehari-hari.


0 komentar:

Google+ Badge

Email

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

About

our service

Popular Posts